Cara Mudah Mengetahui Kualitas Air Dengan Baik dan Benar

Kualitas air merupakan suatu ukuran kondisi air dilihat dari karakteristik fikik, kimiawi, dan biologisnya. Kualitas […]

Kualitas air merupakan suatu ukuran kondisi air dilihat dari karakteristik fikik, kimiawi, dan biologisnya. Kualitas air pun menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan biota air dan manusia. Kualitas air seringkali menjadi tolak ukur dalam melihat kondisi kesehatan ekosistem air dan kesehatan manusia terhadap air minum.

Berbagai lembaga negara di dunia bersandar pada data ilmiah dan keputusan politik dalam menentukan standar kualitas air yang dizinkan untuk keperluan tertentu. Keadaan air bervariasi seiring waktu tergantung pada situasi lingkungan setempat. Air terikat dalam keadaan ekologi setempat sehingga kualitas air termasuk suatu subjek yang sangat kompleks dalam ilmu lingkungan. Aktivitas industri seperti pertambangan, konstruksi, manufaktur, dan transportasi adalah penyebab utama pencemaran air, pun limpasan permukaan dari pertanian dan perkotaan.

Kualitas air adalah subjek yang kompleks dan susah untuk dicerminkan dari jenis pengukuran dan indikator air yang digunakan. Pengukuran akan lebih cermat apabila dilaksanakan pada tempat yang memiliki air dengan kondisi yang ekuilibrium dengan lingkungannya. Pengekuran pada beberapa wilayah sumber air umumnya akan mendapatkan data mendasar seperti temperatur,pH, konduktivitas, kadar oksigen terlarut, dan lainnya. Untuk penelitian lebih yang lebih mendalam membutuhkan sampel air yang kemudian dijaga kondisinya, dipindahkan, dan dianalisis di laboratorium.

Pengukuran ini mempunyai dua kesulitan pasalnya karakteristik air pada sampel mungkin tidak sama dengan sumbernya lantaran terjadi perubahan secara kimiawi dan biologis seiring waktu. Malahan kualitas air bisa bervariasi antara siang dan malam serta dipengaruhi keberadaan organisme air.

Air juga dapat terpengaruh sebab air yang sudah terpisah dari lingkungannya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru seperti kemasan yang digunakan dalam pengambilan sampel. Sehingga bahan yang bisa dipakai untuk pengambilan sampel wajib bersifat inert atau memiliki tingkat reaktivitas yang minimum sehingga tak mempengaruhi kualitas air yang akan diuji.Perubahan dalam kondisi fisik dan kimiawii juga terjadi apabila saat air sampel dipompa atau diaduk, menyebabkan terbentuknya endapan. Ruang udara yang berada di dalam kemasan sampel bisa juga mempengaruhi lantaran ada risiko udara larut ke dalam sampel air.